Senja yang mendung sebegini,
aku haru.
Dari celah jendela,
dahan pokok yang menari-nari,
gemalainya daun meliang-liuk,
terkadang ia pegun,
terkadang ia sambung menari.
Menari ia,
terbuai sekali hati aku.
Pegun ia,
pegun sekali hati aku.
Malam, tolong jangan datang.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan
Katakan.