kadang-kadang rasa aman, selalunya rasa gelisah.
oh. rasa hati terlalu huru - hara. nak memastikan apa kata hati nak pun susah ke?
sekian lama berada terlalu jauh dari Dia. kini aku kembali. merangkak. malah kadang - kadang mengesot. tapi aku tau, aku memang sangat - sangat tau. Dia sayang aku. mengenangkan diri yang seringkali tersasar jauh dari matlamat utama sangat - sangat buat aku rasa nak memeruk diri di ceruk bilik sahaja. dan menangis sepanjang masa. tapi itu ke penyelesaian? oh tolonglah. jangan jadi budak - budak.
saat diri berteleku lama di hamparan sejadah, semakin lama terasa mati itu sangat - sangat hampir. terasa saat - saat kehancuran sangat hampir. tapi akulah, aku, manusia lupa diri yang masih dengan tidak malunya mengundang mungkar. selalu. di atas hamparan sujud itu jugaklah, terasa betapa hina diri mengenang setiap amal yang ada. masih berat rasanya di kiri. masih 'ramai' rasanya yang 'berkumpul' di sebelah kiri. masih gemok gedempol rasanya makhluk yang satu itu. malah makin, mungkin. oh tidak.
tolonglah. mana pergi ketenangan yang aku sangat dambakan.
hati yang telah terdidik keras - anak sulung tidak boleh menangis, kena kuat. kena tunjuk kuat dengan adik - adik. (ya..fahaman dulu - dulu) - tapi kalau bab yang ini, air mata sangat - sangat mahu tumpah sederas - derasnya.
setinggi mana pun yang aku rasa aku berada sekarang, aku bukanlah siapa - siapa dengan Dia.
but a servant.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan
Katakan.