Perlahan-lahan dia atur langkah menuruni tangga. Penuh tertib sekali, takut terpijak skirtnya yang labuh menutupi buku lali.
"Awak!" Jauh di belakang terdengar suara yang sudah sebati menemani tidur malamnya. Dia berhenti, menoleh dan senyum.
"Ya?"
"Janganlah suka pergi tinggalkan saya macam ni." Hujan pagi yang gerimis menghias jeda kata mereka tika itu.
"Saya harus pergi. Awak patut tahu, waktu saya semakin suntuk." Senyuman lembut di wajahnya tidak dapat menutupi kelam matanya juga sayu air mukanya.
"Jadi malam ini..Awak datang lagi kan?"
Si gadis hanya senyum, berpaling meneruskan langkah. Lalu hilang perlahan-lahan sebaik mentari menyuluh bumi.
Yang tinggal hanya debu.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan
Katakan.