Jarum sudah tunjuk hampir pukul 4 pagi ketika itu. Sheila tutup semua perkakas kerjanya, shutdown laptop, menguap, menggeliat melegakan pinggang barang dua tiga liuk lentuk. Menjeling sebentar ke teman sebilik, satu sudah tidur, lagi satu masih setia depan laptop. Segar.
Perlahan langkah di atur keluar bilik. Sheila ingin melegakan pundi kencing sambil cuci kaki sebelum tidur. Petua dahulu kala jangan ditinggal, biar dicuci semua setan-setan yang ada. Lenggang-lenggoknya lembut membawa badannya yang punya potongan menarik yang bisa buat mata-mata keranjang tertancap tidak berkelip. Dengan boxer biru, baby tee biru, rambut panjang yang ikal beralun di sangkut ke bahu kanan - ah, perempuan ini beraura misteri pada pukul 4 pagi.
Tiba di pertengahan antara dua bangunan, Sheila singgah sebentar, ingin menjenguk langit malam. Sebentar tadi (sekitar 9-10 malam), Sheila sudah melangut di koridor bangunan bercat ungu itu berbicara dengan bulan separa yang bercahaya terang, mempersoal kenapa cepat benar bulan jadi separa-akhir sedangkan baru kelmarin dia lihat bulan masih separa-awal.
Kali ini rahangnya jatuh dek kerana terlihatkan bulan yang sudah persis matahari terbenam. Jingga warnanya, ditemani kepul-kepul awan mendatar pantas saja menarik kakinya dan menongkat dagu di benteng setinggi satu meter lebih itu. Lalu merenung lama, tidak berkerdip mata.
Kau ini adalah bulan atau matahari? Tanya Sheila.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan
Katakan.