semalam bagaikan mimpi, dan pagi ini betulbetul mimpi. dan bangun melihat kau di sisi, merenung aku tanpa kelip, sungguh, terasa sudah aku menjengah ke syurga rasa.
*
"jadi hidup kamu baik-baik saja?" perlahan, tanpa ekspresi, percubaan untuk merasa cool.
"ya, semua baik saja." senyum.
"2 tahun sudah, kan? sudah terlalu banyak yang berlaku dalam hidup kamu."
"em."
"dan aku masih lagi macam ni, lah. perjalanan hidup yang perlahan, terlalu perlahan."
senyum lagi. tersirat.
*
udara pagi ini..semacam. tidak banyak yang kami bualkan dalam satu malam yang singkat, dan tidak sempat kami berbicara secara gay. ah, satu malam, mana cukup. tapi masih, aku bersyukur.
melihat dia dan keperibadian dia, lantas aku temukan satu sisi yang lama tersimpan. ya, benar. teman itu umpama cermin yang bisa samaada pantulkan kembali refleksi diri kamu atau menjadi cermin sakti yang bisa tunjukkan siapa kamu masa akan datang. magisnya cermin ini; kamu berupaya untuk pilih reflek yang kamu mahu.
jujur, aku sekarang jadi keliru. aku sekarang di tengah-tengah; antara menjadi aku dan tidak menjadi aku. ah. sudah.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan
Katakan.